Rabu, 30 Juli 2014

Musik Nusantara




Halo Sob, Kali ini Ane akan mempostingkan akrtikel tentang 
musik nusantara .... berikut pengertiannya dan berbagai macam musik yang ada di Indonesia semoga bermanfaat :) 
 



A.      PENGERTIAN MUSIK NUSANTARA
Musik Nusantara adalah musik yang berkembang di seluruh wilayah kepulauan dan merupakan kebiasaan turun menurun yang masih dijalankan dalam masyarakat. Musik Nusantara tersebar hamper diseluruh pelosok negeri dan masing-masing daerah mempunyai ciri khas yang berbeda.

B.       FUNGSI MUSIK
1.      Sebagai media Pendidikan
Dalam proses belajar, musik sangat berperan dalam pembentukan berfikir kreatif, sebagai media pendidikan lagu-lagu dan musik nusantara harus dapat menanamkan jiwa dan budi pekerti yang luhur, misalnya : keagungan Tuhan, cinta orang tua, cinta tanah air dan perilaku yang baik lainnya.
2.      Sebagai media Hiburan
Dalam media hiburan, musik nusantar menempati ruang yang paling luas. Baik dari musiktradisional sampai musik modern, telah banyak digunakan manusia sebagai sarana rekreatif untuk melepas kecapekan atau kepenatan hidup sehari-hari,.
3.      Sebagai media Apresiasi
Musik seni adalah musik yang dinikmati semata-mata karena unsur keindahannya. Musik yang digunakan sebagai media apresiasi di wilayah nusantara sebagian besar masih berkisar pada lagu-lagu seriosa. Dikarenakan masih kurangnya apresiasi masyarakat Indonesia terhadap musik seni barat.

C.      RAGAM MUSIK NUSANTARA
1.       Musik Daerah
Musik daerah biasanya dinyanyikan pada saat upacara adat. Ciri-ciri musik daerah adalah :
a.       Bahasa dan gaya sesuai dengan gaya daerah setempat.
b.      Mengandung unsur kerakyatan dan kebersamaan
c.       Bentuk dan pola serta susunan melodi masih sederhana dan mudah dikuasai oleh masyarakat  daerah  setempat.
d.      Contoh lagu daerah :  Cublak-cublak suweng, Gubdul-gundul Pacul, Bubuy Bulan, Kicir-kicir, Buka Pintu, Goro-gorone, O Ni Keke, Si Patokaan, Butet.dan lain-lain.
2.      Musik Perjuangan
Ciri-ciri musik perjuangan adalah :
a.     Pada umumnya diciptakan pada masa perjuangan.
b.     Isi syair lagu berisikan tentang semangat juang dalam membela kemerdekaan
c.      Biasanya menggunakan irama yang penuh semangat, dan tidak jarang pada akhir lagu ditutup   dengan  semarak (masqulin ending)
d.     Contoh musik perjuangan : Halo-halo Bandung, Maju Tak Gentar, Hari Merdeka, Bagimu Negeri, Bandung Lautan Api dan lain-lain.
3.         Musik Anak-anak
Ciri ciri musik anak-anak adalah :
a.       Memiliki bentuk yang sederhana
b.      Tema lagu disesuaikan dengan jiwa anak yang masih polos
c.       Bahasa yang digunakan sederhana sehingga mudah dipahami anak-anak
d.      Lompatan nada tidak terlalu jauh
e.      Isi lagu bersifat mendidik kearah positif, misalnya: cinta orang tua, mengagungkan nama Tuhan, cinta tanah air, lingkungan dan sebagainya.
f.       Contoh musik anak-anak: Balonku Ada Lima, Pok Ame-Ame, Kasih Ibu, Pelangi, dan lain-lain.

4.        Musik Populer
Ciri-ciri musik pop adalah :
a.       Mengutamakan teknik penyajian dan kebebasan dalam menggunakan ritme dan jenis instrument
b.      Mudah diterima masyarakat
c.       Bentuk lagu bebas.
d.      Disenangi masyarakat pada kurun waktu terntu
e.       Contoh musik pop : Tak Ingin Sendiri, Berita Kepada Kawan, Arjuna mencari Cinta dan sebagainya.


5.         Musik Seriosa
Cirri-ciri musik seriosa :
a.       Banyak menggunakan nada-nada sisipan
b.      Banyak menggunakan perubahan tempo dan dinamik
c.       Dinyanyikan dengan serius dan perasaan yang mendalam
d.      Terkadang ada pergantian nada dasar (modulasi)
e.       Contoh musik seriosa : Seuntai Manikam, Taufan, Karam, Bintang Sejuta, dll

6.         Musik Stambul
Ciri-ciri musik stambul adalah :
a.       Birama 4/4
b.      Terdiri dari 16 bar
c.      Merupakan variasi dari keroncong
d.      Muncul pada sekitar permulaan abad ke 20
e.      Contoh musik stambul : Stb Baju Biru, Stb. Merana


7.         Musik Keroncong
Ciri-ciri musik keroncong adalah :
a.       Birama 4/4
b.      Menggunakan alat musik ukulele
c.       Terdiri dari 28 bar
d.      Muncul pada abad ke 16
e.      Contoh musik keroncong : Bengawan Solo, Jembatan Merah, Si Piatu, dsb