Minggu, 10 Agustus 2014

Cerita dan biografi tentang Santo Agustinus dari Hippo

SANTO AGUSTINUS
Santo Agustinus lahir 13 November 354 di Thagaste. Ayahnya bernama Patrisus dan ibunya bernama Monika. Ibunya Agustinus beragama Katholik sedangkan ayahnya tidak. Pada saat Agutinus bayi, Monika tidak diijinkan untuk membawa Agustinus ke Gereja untuk dimandikan secara Katholik. Monika tidak bisa membantah dan hanya pasrah. Seiringnya waktu Agustinus pun tumbuh dan harus masuk sekolah. Ia masih ingin bermain dan mengganggap sekolah itu tidak penting, ia sering melalaikan pelajaran dan bolos sekolah. Kedua orangtuanya kecewa dan setuju untuk menyekolahkan Agustinus di kota Madauros. Walaupun sudah bersekolah disana Agustinus masih sering bermain tapi untung saja ia mempunyai Intelektual yang baik sehingga tidak membuatnya ketinggalan dalam pelajaran. Pada umur 15 tahun Ia menyelesaikan pendidikannya dan berhasil mecapai nilai kelulusan tertinggi. Akhirnya Agustinus kembali ke kotanya untuk beristirahat dan bersenang–senang, mendengar kabar ini ibunya sangat bangga dan mempersiapkan segalanya untuk menyambut anaknya dan dengan gembira Monika berharap Agustinus mau memeluk agama Katholik. Tapi harapannya sia–sia Agustinus tidak mendengarkannya dan seakan–akan kepercayaannya kepada Tuhan telah lenyap hal ini disebabkan oleh gurunya yang kafir. Monika pun sangat sedih tetapi ia tidak putus asa. Ia berusaha mencari saat yang tepat untuk berbicara kepada Agustinus. Setahun telah berlalu dan akhirnya Agustinus harus kembali melanjutkan pendidikannya ke kota Kartago. Kota Kartago terletak di pantai Laut Tengah. Belum lama ia disana ia mendengar kabar yang sangat menyedihkan bahwa ayahnya meninggal sesaat telah dibaptis dan warisan ayahnya tidak cukup untuk melanjutkan pendidikannya, semua biaya itu ditanggung oleh ibunya. Agustinus sadar betapa berat biaya yang harus ditanggung ibunya tetapi ia tetap ingin sekolah dan berjanji pada dirinya sendiri untuk rajin belajar. Karena jauh dari jangkauan ibunya Agustinus terpengaruh oleh temannya untuk masuk ke manikeisme, lama kelamaan ia tertarik dan memeluk ajaran–ajaran manikeisme. Manikeisme adalah sekte keagamaan dari Persia yang mengajarkan bahwa segala barang material adalah buruk. Di kota ini ia menjalin sebuah hubungan dengan seorang wanita dan mempunyai seorang anak laki–laki yang bernama Deodatus tetapi Deodatus meninggal di usia yang masih sangat muda. Kabar tentang tingkah laku Agustinus sampai ke kuping ibunya dan membuat hati ibunya gelisah. Monika selalu mendoakan anaknya untuk bertobat. Pada saat sedang melamun dan melihat jalan raya di depan rumahnya tiba–tiba ia melihat laki – laki berkuda dan ia adalah Agustinus. Monika sangat terkejut tetapi pada saat Agustinus mendekati Ibunya, Ibunya berkata “Agustinus, bagaimanapun juga kau tetap anakku tetapi aku tidak bisa menerima seorang Manikeisme yang hidupnya rendah, penuh dosa dan tidak mau bertobat.” Agustinus tetap tidak mendengarkan ibunya untuk bertobat dan malah mengancam bahwa ia akan meninggalkan ibunya. Pada tahun 383 ia menyebrangi Laut Tengah dan menuju pelabuhan kota Ostia di Roma. Ibunya gelisah akan perbuatan yang akan dilakukan anaknya dan menyusulnya ke Roma dengan menumpang di kapal yang menuju ke Ostia di Roma. Akhirnya pada tahun 384 Agustinus berangakat ke Milano disana ia berkenalan dengan uskup yang bernama Ambrosius. Ambrosius mengajak Agustinus untuk memperlihatkannya kehidupan sebagai biarawan. Agustinus juga sering mendengarkan khotbah Uskup Ambrosius dan lama-kelamaan pikiran tentang ajaran Tuhan memenuhi hatinya. Tidak lama kemudian ibunya juga ikut menyusul ke Milano. Agustinus banyak belajar disana dan ia terpengaruh dengan sebuah injil (Rm 13:13 – 14). Akhirnya ia bertekad untuk menjadi Katholik, ia menyampaikan hal ini keibunya, ibunya sangat senang mendengar hal itu dan ia sadar bahwa doanya selama ini telah dikabulkan Tuhan. Agustinus pun dibaptis pada hari Paskah Tahun 387 . Ia bersama ibunya kembali ke kota kelahirannya, tetapi tidak berselang lama disana Tuhan berkhendak lain, Ibunya jatuh sakit dan meninggal. Agustinus merasa kesepian dan ia benar-benar bertobat. Karena kemampuan otaknya yang baik ia telah membuat banyak buku tentang perjalanan hidupnya. Pada tahun 391 Agustinus ditahbiskan menjadi Imam dan bertugas di Hippo. Pada tahun 395 ia dipilih untuk menjadi uskup menggantikan uskup di Hippo yang meninggal. Selama menjadi uskup Agustinus sangat perhatian dengan orang – orang miskin, ia juga sering mengunjungi umatnya di daerah daerah terpencil hingga kota megah. Ia juga mendirikan asrama dan rumah sakit di Afrika Utara. Pada umur 75 Tahun Agustinus jatuh sakit akhirnya setelah lama ia berbaring dia atas tempat tidurnya pada tanggal 28 Agustus 430, ia dipanggil oleh Tuhan. Muridnya yang setia, Possidius menemaninya sampai akhir hidupnya. Banyak pelajaran yang telah diberikan Santo Agustinus kepada kita. Semasa hidupnya dia menulis 113 buku, 218 surat, dan 500 buah kotbah maka pantaslah ia disebut sebagai pujangga Gereja. Hari pesta Santo Agustinus dirayakan tiap tanggal 28 Agustus dan dia dilambangkan dengan tongkat dan mitra uskup. Santo Agustinus dikenal sebagai pelindung para calon imam/seminaris.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar